Bupati terlihat geram atas kesalahan input data dan dengan tegas akan menindak siapa saja yang sengaja atau pun tidak sengaja membuat kesalahan data Covid-19.
“Saya tidak peduli, baik itu Kadis, Kabid atau pun Kasi, harus bisa membuat klarifikasi dan menerangkan human error ini. Kami juga sudah membentuk tim 7 untuk investigasi kesalahan data ini,” ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Madina, Syarifuddin mengatakan, Kemenkes mempunyai aplikasi data Covid-19. Yang dipercaya mengoperasikan itu kabid di dinkes dan cuma dia yang bisa akses ke aplikasi tersebut.
"Memang ini ada kesalahan data yang input," ujarnya.
Dia menjelaskan, antara kabid dan kasi di Dinas Kesehatan Madina tidak akur. Keduanya sempat bantah-bantahan terkait data Covid-19.
"Kabid dan Kasi di Dinkes Madina memang tidak akur," ucapnya.
Menurutnya, data yang jadi permasalahan yakni korban meninggal disebut ada 93 orang akibat Covid-19.
"Mungkin ini kesalahan datanya. Data yang kita lihat saat ini ada 93 orang yang meninggal," katanya.