MEDAN, iNews.id – Para petani kelapa sawit yang tergabung dalam asosiasi Sawit Masa Depanku (Samade) memprotes tindakan Green Peace yang dinilai telah mengampanyekan minyak kelapa sawit Indonesia dihasilkan dari praktik-praktik kotor ke dunia internasional. Samade pun membentuk tim untuk melawan bentuk kampanye hitam itu.
Ketua Umum Samade Tolen Ketaren memaparkan, aksi salah satu NGO internasional yang bergerak di bidang lingkungan hidup itu telah mengundang kemarahan sejumlah pihak, terutama para petani sawit. Mereka menilai tindakan itu sebagai bentuk kampanye hitam pada Indonesia.
Petani kelapa sawit yang tergabung dalam Samade kemudian sepakat untuk melakukan perlawanan kampanye hitam yang dilakukan oleh pihak-pihak antisawit. “Secara organisasi, kami akan melakukan perlawanan terhadap kampanye hitam soal sawit ini,” kata Tolen Ketaren saat dihubungi oleh iNews.id, Sabtu (10/11/2018).
Menurut Tolen, perlawanan itu mereka lakukan karena atas dasar sukarela dan tanpa paksaan dari pihak manapun. Pasalnya, petani menjadi yang paling terdampak dari kampanye hitam itu.
“Sebab perlu diketahui bahwa kami sendirilah yang merasakan langsung dampak negatif dari kampanye hitam yang dilakukan oleh kelompok-kelompok antisawit,” katanya.