Berdasarkan informasi yang dihimpun di lapangan, muncul dugaan korban dijebak oleh pelaku yang memesan layanan taksi online. Korban diduga kemudian dibawa ke kawasan sepi di perkebunan tebu sebelum mengalami penganiayaan.
Pelaku diduga mengikat korban dan membuang jasadnya sebelum membawa kabur kendaraan milik korban. Meski demikian, kepolisian masih melakukan penyelidikan untuk memastikan kronologi serta motif sebenarnya dalam kasus tersebut.
Proses evakuasi korban dilakukan pihak kepolisian setelah menerima laporan penemuan mayat di perkebunan tebu Hamparan Perak. Dalam rekaman video amatir yang beredar, terlihat petugas melakukan identifikasi terhadap korban di lokasi kejadian.
Video evakuasi dan identifikasi tersebut kemudian tersebar luas di sejumlah grup percakapan hingga media sosial.
"Ini orang identifikasi ya, mau ngangkat," ujar salah seorang warga dalam video tersebut dikutip dari iNews Medan, Jumat (14/8/2026).
Saat ini, polisi telah mengamankan lokasi penemuan mayat untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP). Petugas juga mengumpulkan sejumlah barang bukti serta melakukan penyelidikan untuk memburu pelaku.
Jasad korban telah dievakuasi ke RS Bhayangkara untuk menjalani proses autopsi. Hasil pemeriksaan nantinya akan menjadi bagian dari penyidikan guna mengungkap penyebab kematian korban.