Ribuan Warga Hadiri Deklarasi #2019GantiPresiden di Medan

Stepanus Purba
Ribuan warga menghadiri deklarasi gerakan #2019GantiPresiden di Masjid Al Mashun Kota Medan, Sumut, Minggu (22/7/2018). (Foto: iNews.id/Stepanus Purba)

MEDAN, iNews.id - Ribuan warga menghadiri deklarasi gerakan #2019GantiPresiden yang dicetuskan Mardani Ali Sera di depan Masjid Al Mashun atau yang dikenal Masjid Raya, Kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), Minggu (22/7/2018).

Ribuan pendukung #2019GantiPresiden itu tampak memadati sepanjang Jalan Sisingamangaraja. Mereka kompak membawa dan memakai sejumlah atribut baik berupa bendera, kaus, maupun topi dan bentuk lainnya.

Salah satu pentolan dari gerakaan #2019GantiPresiden di Kota Medan, Muhammad Syafei mengungkapkan bahwa gerakan yang mereka usung ini konstitusional dan dijamin oleh Undang-Undang Dasar 1945.  "Oleh karena itu, gerakan kita ini menyosialisasikan kepada masyarakat bahwa mengganti presiden setiap 5 tahun sekali itu adalah kontitusioanal. Kita ingin menggugah agar partisipasi pemilihan pergantian presiden di 2019 nanti bisa maksimal di seluruh Indonesia," kata Syafei.

Dia menjelaskan, gerakan yang diusung ini juga bertujuan memberikan pendidikan politik kepada masyarakat terkait menentukan nasib bangsa ke depannya dengan menunjukkan sejumlah persoalan-persoalan bangsa. "Kita lihat hari begitu banyak ketidakadilan yang terjadi bangsa kita saat ini, seperti bidang hukum dan ekonomi kita yang mayoritas dikuasai oleh bangsa asing," ujarnya.

Menurut Syafei, sejumlah faktor tersebut menjadi alasan di 2019 nanti seluruh rakyat Indonesia untuk betul-betul selektif dalam memilih pemimpin bangsa. "Mari kita memilih presiden yang benar-benar berpihak kepada rakyat, yang benar-benar cinta NKRI sehingga mampu menegakkan hukum, menegakkan keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia," tandasnya.

Terkait dengan aksi yang digelar relawan pendukung Jokowi di seputaran Masjid Raya dengan mengusung #2019TetapJokowi, Syafeii mengungkapkan bahwa hal tersebut membuktikan bahwa sesama bangsa kita saling bertoleransi. "Melihat kondisi yang sangat kondusif dan tentram ini menjadi bukti kesadaran kita bahwa perbedaan pilihan kita bukan berarti kita tidak saling bertoleransi karena kita sama-sama anak bangsa," tandasnya. 

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
1 hari lalu

Sakit Hati Dipecat, Mantan Satpam Gasak 3 Motor Penghuni Kompleks di Medan

3 hari lalu

BBM Langka di Sejumlah SPBU Medan dan Deli Serdang, Antrean Kendaraan Mengular

3 hari lalu

Toko Suku Cadang Mobil di Medan Terbakar, Sumber Api dari Lantai 4

6 hari lalu

Medan Gempar! Pria Ditemukan Tewas di Halaman Apartemen Diduga Jatuh dari Lantai 12

11 hari lalu

Polrestabes Medan Bongkar Narkoba Modus Vape Pod Getar, 1 Pelaku Ditangkap

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal