Untuk memudahkan proses identifikasi, pihak RS Bhayangkara sudah mendirikan posko post mortem untuk keluarga korban kebakaran kapal tanker.
"Untuk keluarga korban, kita imbau untuk segera melapor ke posko post mortem dengan membawa sejumlah data pribadi korban. Data yang dibawa seperti KTP, ijazah, dan sejumlah data lainnya yang terdapat sidik jari korban," katanya.
Selain korban meninggal, sebanyak 22 orang juga mengalami luka-luka dan dirawat di Rumah Sakit PHC Belawan dan RS TNI AU Belawan.
Sebelumnya, kapal tanker sepanjang 250 meter yang digunakan untuk mengangkut minyak ini terbakar pada Senin (11/5/2020) pukul 08.30 WIB. Posisi kapal saat itu sedang ditambatkan di galangan kapal milik PT Waruna Nusa Sentana Shipyard di Pelabuhan Belawan.