Tapanuli Selatan Raih Indonesia SDGs Action Awards Program Sawit Berkelanjutan

Kastolani Marzuki
Bupati Tapanuli Selatan H Dolly P Pasaribu. (ANTARA/Kodir)

Terlebih, dari hasil riset CI Indonesia pada 2018 tentang Nilai Konservasi Tinggi dan Stok Karbon Tinggi, Tapanuli Selatan ternyata memiliki lanskap bernilai konservasi tinggi yang terbilang cukup luas.

“Program kerja kami selalu fokus pada dukungan pada kabupaten ini untuk mewujudkan masyarakat yang bermartabat dan cerdas dalam pengelolaan ekologinya yang kaya dan luas,” ungkap Meizani. 

Dia menambahkan, program kelapa sawit berkelanjutan hasil kerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan pun, ditargetkan dapat membawa perubahan kepada lebih dari 1.000 petani sawit dan masyarakat yang tinggal di ekosistem gambut dan dapat menjadi inspirasi dan model pembangunan berkelanjutan di Indonesia

Field Program Manager Sumatra Utara, Konservasi Indonesia, Isner Manalu memaparkan, keberhasilan Tapanuli Selatan, melalui FoKSBI, merupakan bentuk keberhasilan petani sawit yang mengikuti program Sekolah Lapang Sawit Berkelanjutan. 

“Pemerintah Kabupaten Tapanuli Selatan bersama CI Indonesia mulai membentuk FoKSBI di tahun 2018, melalui program Good Growth Partnership (GGP) UNDP,” ungkap Isner.

Melalui FoKSBI, sebut Isner, program Sekolah Lapang Sawit Berkelanjutan bagi para petani sawit mandiri diadakan di empat kecamatan. Para petani memahami praktik budidaya kelapa sawit yang lestari dan berkelanjutan yang diberikan oleh penyuluh pertanian lapangan Dinas Pertanian.

Tidak hanya itu, program kelapa sawit berkelanjutan juga diimplementasikan pada ekosistem gambut. Para petani melakukan upaya pemulihan gambut melalui pembangunan sekat kanal dan penanaman pohon jelutung sebagai tanaman endemik di lahan gambut.

Hingga tahun ini, KI bersama FoKSBI telah melatih 1.155 petani sawit dan sebanyak 597 petani di antaranya telah menerima sertifikasi RSPO dengan luasan kebun sawit terkelola secara lestari seluas 859,51 hektare (KI, 2023). “Program kelapa sawit di hilir oleh FoKSBI, dan Hatabosi di hulu Sungai Batang Toru akhirnya menjadi satu kesatuan yang tidak terpisahkan,” kata Isner. 

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
2 hari lalu

Viral Cekcok Oknum TNI dan Toke Sawit di Labuhanbatu Utara, Berawal dari Teguran

11 hari lalu

Mencekam! Bentrokan Maut Antarkeluarga Perebutan Lahan di Luwu Utara, 1 Orang Tewas

1 bulan lalu

Pembunuhan di Langkat, Penjaga Sawit Tewas Diserang 2 Rekan Pakai Parang dan Senapan Angin

2 bulan lalu

Bakar 25 Hektare Lahan Gambut untuk Sawit, Warga Pelalawan Ditangkap Polisi

3 bulan lalu

Detik-Detik Truk Sawit Terguling Timpa 10 Siswi SMP di Labuhanbatu, 1 Tewas 2 Luka Berat

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal