MEDAN, iNews.id - Ratusan massa menggelar aksi di depan kantor Bawaslu dan Kanwil Kementerian Agama Sumatera Utara (Sumut). Mereka menolak politisasi di tempat ibadah, khususnya masjid.
Massa yang mengatasnamakan diri Gerakan Masyarakat (Gema) Cinta-NKRI ini menjadi saksi adanya kepentingan politik di sejumlah masjid-masjid di daerah Sumut.
Para pengunjuk rasa mengungkapkan, kelompok-kelompok politik ini kerap menjadikan masjid sebagai ajang saling caci maki. Seperti memberikan label "cebong" dan "kampret".
"Bagi kita, tidak ada ajaran agama yang membenarkan mencaci maki, apalagi sesama manusia," kata Ustaz Rudi yang ikut dalam aksi, Jumat (22/2/2019).
Dia juga menyoroti pengangkatan seseorang menjadi ustaz dengan cara instan. Kemudian, mereka membawa pesan politik kepada jamaahnya.