Menurut Rahmad, warga menyerahkan sepenuhnya kepada Pemkot Sibolga terkait adanya penolakan warga Jalan Cendrawasih terhadap jasad Solimah. “Terserah pemerintah saja, yang jelas kami semua menolak jenazah itu dimakamkan di sini,” ucapnya.
Hingga kini, potongan jasad istri dan anak terduga teroris Abu Hamzah, Solimah dan anaknya yang berusia tiga tahun tersebut masih berada di ruang jenazah RSUD Kota Sibolga. Pihak keluarga berencana membawa pulang kedua jasad setelah adanya kepastian dari pihak kepolisian yang menyatakan kalau jasad tersebut benar kerabat mereka.
Diketahui, setelah melalui proses negosiasi yang cukup panjang hingga 10 jam, istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah memilih meledakkan diri dalam kamar rumahnya di Sibolga, Sumatera Utara (Sumut). Aksi bunuh diri itu dia lakukan bersama anak balitanya berusia dua tahun, Rabu (13/3/2019).
"Dapat dipastikan yang berada di kamar saat meledakkan diri ibu dan seorang anak kecil berusia dua tahun lebih," kata Karopenmas Divisi Humas Mabes Polri Brigjen Pol Dedi Prasetyo di Mabes Polri, Rabu (13/3/2019).
Dedi mengungkapkan, saat ini polisi di lapangan masih melakukan proses evakuasi terhadap jenazah istri dan anak Abu Hamzah tersebut. Prosesnya dilakukan secara hati-hati mengingat lokasi kejadian belum steril dari sisa-sisa bom.