Wartawan Senior di Sumut, Sulap Rumahnya Jadi Museum Perjuangan Pers

Henri Sianturi
Wartawan senior di Sumut, Muhammad Tok Wan Haria (TWH) sulap rumahnya jadi Museum Perjuangan Pers (Foto : Istimewa)

TWH bercerita, keinginan untuk membuat museum pers ini sudah lama diidamkannya. Tapi tak pernah kesampaian. Dia sudah menghubungi banyak orang, banyak pejabat, banyak tokoh dan pengusaha. Tapi di antara orang-orang yang dihubungi, tak banyak yang berminat atau membantu.

TWH pun letih sendiri. Akhirnya, dalam kegalauan, dia memutuskan menjadikan rumahnya sebagai Museum Perjuangan Pers Sumatera.

"Tak akar rotan pun jadi. Tak emas bungkal diasah. Tak jenjang kayu dikeping. Tak dapat numpang di Balai Kota Medan, ya di rumah sayalah," ujar TWH yang menjadi wartawan sejak tamat SMA,  berpepatah. 

TWH menuturkan, sejak museum ini dibuka tak banyak pejabat yang datang. Kalau dari kalangan praktisi pers, mana yang sempat saja. Tapi pelajar dan mahasiswa hampir dua ribuan yang berkunjung.

Ini yang membuat TWH senang. Apalagi beberapa mahasiswa Universitas Sumatera Utara (USU) dan beberapa universitas lainnya, menjadikan data di museum sebagai bahan skripsi mereka. 

Editor : InewsTv Henri Sianturi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Museum Purbakala Patiayam Memprihatinkan, Ketua DPD Minta Kemendikbud Turun Tangan

57 tahun lalu

Bakal Jadi Benda Bersejarah, Botol Vaksin Covid hingga Jarum Suntik Disimpan di Museum

57 tahun lalu

Museum Balaputra Dewa Siapkan Ruang Khusus Benda Temuan di Sungai Musi

57 tahun lalu

Kolektor Serahkan Puluhan Benda Peninggalan 3 Dinasti ke Museum Balaputra Dewa

57 tahun lalu

Viral Rp9 Miliar untuk Museum SBY-ANI, PDIP: Lebih Baik untuk Beli Beras Warga Miskin

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal