Dibantu adiknya, Pegawai Negeri Sipil (PNS) di Kabupaten Tolikara ini memerintahkan warga pendatang untuk secepatnya mencari tempat persembunyian. Dia bertekad melindungi warga pendatang sebab warga lokal kerap berperilaku brutal kala berunjuk rasa.
Para pendatang ini kebanyakan berasal dari Toraja, Madura, dan Jawa. Mereka berprofesi sebagai tukang ojek, pedagang makanan, membuka kios kelontong, dan lainnya. Mereka juga mengontrak rumah milik warga lokal.
Dia mengaku sebanyak 80 warga pendatang berjejalan berada di rumahnya. “Kita minta pemuda Mawampi berjaga, di setiap titik masuk ke kampung,” katanya.