7,24 Persen Balita Di Sleman Alami Stunting

Priyo Setyawan
Pemkab Sleman menggelar rembuk stunting di Sendangadi, Mlati, Sleman, Kamis (25/3/2021). (Foto: Dok Humas Pemkab Sleman)


 
Setidaknya ada tiga point yang disepakati berupa, pptimalisasi peran para stakeholder dalam upaya penurunan angka stunting, melakukan aksi konvergensi penurunan stunting terintegrasi seperti intervensi gizi spesifik dan intervensi gizi sensitif, serta kampanye perubahan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). 

Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sleman, Joko Hastaryo mengatakan, permasalahan stunting bukanlah permasalahan kesehatan saja. Banyak faktor yang ikut mempengaruhi munculnya stunting, seperti pola makan, kualitas pangan sampai dengan pola asuh yang salah.  
 
“Pencehagan stunting merupakan bagian pembangunan secara umum sehingga perlu ada komitmen dari seluruh pihak,” katanya. 

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Bangkalan Fokus Perbaikan Gizi Anak, Muhammad Mosleh: Peran Komunitas Jadi Kunci Tekan Stunting 

57 tahun lalu

Cegah Stunting, Wamendagri Ingatkan Pemda soal Anggaran Tak Efisien

57 tahun lalu

Kisah Pilu Bocah di Lebak Stunting Berat karena Keterbatasan Ekonomi, Kondisinya Mengenaskan

57 tahun lalu

Mandiri Sahabat Desa Fokus pada 200 Keluarga Risiko Stunting di Yogyakarta

57 tahun lalu

Cegah Stunting, Posyandu Mawar Desa Ransang Terima Bantuan Susu dan Vitamin

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal