8 Motif Batik yang Digunakan Mempelai Pengantin di Yogyakarta Berikut Maknanya

Kuntadi
Seorang perajin tengah menggoreskan canting ke atas kain batik di Kulonprogo. (foto: inews.id/Kuntadi)

Motif Batik Semen Ageng

Nama ragam hias semen ageng berasal dari kata semen dan ageng. Semen berarti tunas maksudnya adalah tumbuhnya tanaman sehingga membuat indahnya alam. Ageng berarti besar, maksudnya motif batik yang hanya boleh digunakan oleh raja dan kerabatnya. 

Pola batik semen ageng mempunyai unsur-unsur yang terdiri dari motif meru, lidah api, burung, perahu, pusaka dan motif sawat. Motif perahu melukiskan dunia dasar laut (air), melambangkan lapang hati atau lapang dada. Motif pohon hayat menggambarkan perlambangan dari dunia tengah yang mengisyaratkan makna kehidupan dan kemakmuran. Motif pusaka melambangkan kesaktian, kekuasaan, dan kemakmuran.

Harapannya yang memakai kain ini dapat hidup bahagia, menjadi pemimpin yang berbudi luhur, mempunyai sifat lapang dada, selalu tabah menghadapi cobaan, sehingga dapat menunaikan tugas sebaik-baiknya. Dikenakan oleh pengantin pria dan wanita pada upacara panggih.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
23 jam lalu

Demo di Yogyakarta, Massa Duduki Titik Nol Kilometer

1 bulan lalu

Kecelakaan Maut di Kulonprogo, Pemotor Lansia Tewas Tabrak Truk Berhenti di Jalan

3 bulan lalu

Viral! Pengantin di Ponorogo Beri Seserahan Sepasang Domba Merino untuk Sang Istri

7 bulan lalu

Info Loker Jogja Terbaru 2026: Peluang Terbuka di Sektor Jasa, Gaji Sesuai UMK

7 bulan lalu

Puncak Arus Balik Lebaran di Stasiun Tugu, Ribuan Pemudik Tinggalkan Yogyakarta

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal