Pemkab Kulonprogo berharap warga segera meninggalkan rumah dan mengambil dana konsinyasi. Pemkab telah menyediakan Rusunawa Triharjo untuk menampung warga, sampai mereka memiliki rumah yang baru.
PT Angkasa Pura I yang memberikan surat peringatan juga harus pulang dengan tangan hampa. Warga yang didampingi mahasiswa tidak bersedia menerima surat peringatan.
Sebelumnya, puluhan orang yang tergabung dalam Gerbang Bintang Selatan mendatangi PT Angkasa Pura I, mereka sengaja datang untuk menyatakan dukungannya terhadap pembangunan bandara. Bahkan mereka siap untuk turun langsung mengusir para mahasiswa yang dianggap sebagai biang keributan.
Sementara itu, sebanyak 28 kepala keluarga masih bertahan di lokasi pembangunan Bandara NYIA. Saat ini mereka bersama dengan mahasiswa dari berbagai kampus terus melakukan aksi penolakan. Bahkan para mahasiswa ini juga tinggal dan mendirikan posko di rumah-rumah para warga.