Aktivitas Gunung Merapi Meningkat, Guguran Lava Terjadi 88 Kali dalam Sepekan

Ari Sandita Murti
Gunung Merapi menunjukkan peningkatan aktivitas vulkanik selama periode 19–25 September 2025. (Foto: BPPTKG).

Kemudian di sektor tenggara, potensi bahaya mencakup alur Sungai Woro hingga 3 kilometer dan Sungai Gendol hingga 5 kilometer. "Apabila terjadi letusan eksplosif, lontaran material vulkanik dapat mencapai radius hingga 3 kilometer dari puncak," katanya.

BNPB merekomendasikan agar pemerintah daerah di Sleman, Magelang, Boyolali, dan Klaten terus memperkuat upaya mitigasi. Langkah-langkah tersebut meliputi peningkatan kapasitas masyarakat, kesiapsiagaan, dan penyediaan sarana evakuasi.

"Masyarakat diminta untuk tidak melakukan aktivitas apa pun di dalam wilayah potensi bahaya, tetap waspada terhadap ancaman awan panas guguran (APG) dan lahar, terutama ketika hujan turun di sekitar puncak Merapi, serta mengantisipasi gangguan akibat abu vulkanik yang dapat memengaruhi kesehatan dan aktivitas sehari-hari. Apabila terjadi perubahan signifikan dalam aktivitas gunung, pihak berwenang akan segera meninjau kembali tingkat status Merapi dan menyampaikan pembaruan informasi resmi," katanya.

Editor : Kurnia Illahi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Gunung Marapi Erupsi Hari Ini, Status Masih Level II Waspada

57 tahun lalu

Gunung Semeru Meletus Hari Ini Semburkan Abu Vulkanik 700 Meter, Status Waspada

57 tahun lalu

Gunung Merapi Kembali Luncurkan Awan Panas 2 Kilometer, Status Siaga

57 tahun lalu

Gunung Merapi Erupsi Sore Ini, Luncurkan Awan Panas Guguran ke Kali Sat

57 tahun lalu

31 Rumah di Banjar Rusak Diterjang Angin Kencang, BNPB: Waspadai Cuaca Ekstrem

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal