Direktur Utama PT Jawa Buton Nusantara, Dirjaya mengatakan, asbuton memiliki kualitas yang lebih baik dibandingkan aspal minyak. Aspal ini diambil dari alam yang terkandung dalam deposit batuan yang terdapat di Pulau Buton. Selama ini aspal disana memiliki tingkat keawetan yang cukup tinggi. Adapun puncak kehalusan itu tercapai pada tahun ke dua penggunaan.
“Bisa dilihat dua tahun diujicobakan, hasilnya tetap halus,” katanya.
Untuk kerusakan akan mulai tampak pada tahun keempat dengan persentase sekitar 10 persen. Penanganannya juga mudah cukup dilakukan pelapisan ulang dan aspal akan kembali awet.
“Penggunaan asbuton lebih hemat, karena ketebalan hanya tiga sentimeter. Harganya juga stabil tidak terpengaruh harga minyak dunia,” katanya.