"NU tidak memaksakan, ada banyak nama yang kita tawarkan. Dari Cak Imin, Mahfud MD, Said Agil, namun saya yang dipilih," kata Ma'ruf.
Ulama, kata dia, sejak dulu selalu dimintai dukungan dalam politik. Namun setelah pemilu semuanya lupa, berbeda dengan Jokowi yang merangkul dirinya sejak awal ikut terlibat di dalam pemerintahan jika kelak terpilih.
Di samping itu, Ma'ruf juga mengajak para kiai dan santri untuk dapat melanjutkan pembangunan yang sudah dirintis pemerintahan sekarang, khususnya di bidang infrastruktur.