BPBD Kulonprogo Minta Warga Waspada Ancaman Bencana akibat La Nina

Kuntadi
Tagana bersama warga membersihkan material longsoran yang terjadi di Kulonprogo beberapa hari yang lalu. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

BPBD juga memasang tiga alat early warning system (EWS) tanah longsor yang berbasis server. EWS ini dipasang di Jeruk, Gerbosari, Samigaluh; KLepu, Banjaraum, Kalibawang dan di Ngrancah, Pendoworejo, Girimulyo. Selain itu juga ada 15 EWS yang berbasis manual yang dipasang di sejumlah lokasi rawan longsor. 

“Untuk EWS tsunami ada delapan dan hanya satu yang berfungsi, selebihnya rusak,” katanya. 

Terkait kesiapan anggaran, saat ini tersedia biaya tak terduga dengan nilai mencapai Rp13 miliar. Dana ini baru bisa dicairkan setelah bupati mengeluarkan surat keputusan tanggap bencana. Sebelumnya pada APBD murni dianggarkan Rp7 miliar dan sudah terpakai untuk isoter dan penanganan Covid-19 senilai Rp5,4 miliar.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Ambulans Bawa Pasien Terjebak Longsor di Mamuju

57 tahun lalu

Tanah Bergerak, Longsor Susulan Intai Puluhan Warga Gununghalu Bandung Barat

57 tahun lalu

Longsor di Medan Timpa Pekerja, 1 Tewas 1 Lainnya Belum Ditemukan

57 tahun lalu

Longsor Putus Akses Kerinci–Bangko, Polisi Berlakukan Sistem Buka Tutup

57 tahun lalu

Longsor Terjang Permukiman Warga di Agam, 1 Orang Tewas 6 Luka-Luka

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal