BPBD Kulonprogo Minta Warga Waspada Ancaman Bencana akibat La Nina

Kuntadi
Tagana bersama warga membersihkan material longsoran yang terjadi di Kulonprogo beberapa hari yang lalu. (Foto: iNews.id/Kuntadi)

BPBD juga memasang tiga alat early warning system (EWS) tanah longsor yang berbasis server. EWS ini dipasang di Jeruk, Gerbosari, Samigaluh; KLepu, Banjaraum, Kalibawang dan di Ngrancah, Pendoworejo, Girimulyo. Selain itu juga ada 15 EWS yang berbasis manual yang dipasang di sejumlah lokasi rawan longsor. 

“Untuk EWS tsunami ada delapan dan hanya satu yang berfungsi, selebihnya rusak,” katanya. 

Terkait kesiapan anggaran, saat ini tersedia biaya tak terduga dengan nilai mencapai Rp13 miliar. Dana ini baru bisa dicairkan setelah bupati mengeluarkan surat keputusan tanggap bencana. Sebelumnya pada APBD murni dianggarkan Rp7 miliar dan sudah terpakai untuk isoter dan penanganan Covid-19 senilai Rp5,4 miliar.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
2 hari lalu

522 Rumah Rusak Diterjang Puting Beliung dan Longsor di Bandung Barat

24 hari lalu

Longsor Putus Jalan Desa di Pandeglang, Mobil Terpaksa Putar Balik

1 bulan lalu

Identitas 4 Pekerja Tambang Nikel PT KDI Tewas Tertimbun Longsor di Konawe Utara

2 bulan lalu

Longsor Terjang Permukiman Aceh Tengah, 1 Anak Tewas 13 Warga Terluka

4 bulan lalu

Longsor di Lembah Anai Sumbar, Jalur Padang-Bukittinggi Putus Total

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal