Dikukuhkan Jadi Guru Besar Farmasi UGM, Prof Satibi: Pengelolaan Obat Masih Formalitas

Kuntadi
Prof Satibi dikukuhkan sebagai Guru Besar Farmasi UGM. (Foto: doc/Humas UGM)

Faktor yang mempengaruhi ketersediaan obat di fasilitas kesehatan ditentukan oleh dokter, pasien dan tenaga farmasi. Dokter sebagai penulis resep harus menerapkan dan patuh terhadap pedoman pengobatan dan formularium serta peresepan generik obat e-catalogue.

Sedangkan tenaga kefarmasian khususnya apoteker bertanggungjawab kepada pasien dan menjamin ketersediaan obat yang bermutu, berkhasiat dan aman. Hanya saja keberadaan apoteker di fasilitas kesehatan terutama puskesmas saat ini masih sangat rendah. 

“Kurangnya tenaga farmasi yang kompeten dalam pengelolaan obat menyebabkan terbatasnya kewenangan pengelolaan obat menjadi terbatas,” katanya.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
30 hari lalu

Kisah Inspiratif Ayyub Lulus Sarjana Terapan UGM di Usia 20 Tahun, Jadi Wisudawan Termuda

3 bulan lalu

Gandeng UGM dan UNY, Pembudi Daya Gurami di Bantul Kini Pakai Teknologi IoT dan Akuaponik

3 bulan lalu

UGM Memanas! Diskusi 3 Pejabat Negara Digerebek Massa, Budiman Sudjatmiko Dievakuasi

4 bulan lalu

Viral! Lurah di Bandung Mengamuk di Puskesmas, BKPSDM Bereaksi

4 bulan lalu

Kebakaran Puskesmas Tiron di Kediri, Kerugian Tembus Rp1 Miliar

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal