Huda mengatakan, lebih baik ditemukan pasien positif dalam jumlah besar dan kurva naik tapi kemudian terantisipasi secara baik. Namun yang terjadi belakangan kelihatannya tidak ada pasien positif, kurva landai tapi kenyataanya terdapat banyak penderita positif dan tidak terantisipasi.
“Gugus tugas perlu mempersiapkan tes swab massal ini bekerjasama dengan kabupaten/kota dan instalasi kesehatan yang ada di DIY,” katanya.
Menurutnya, fasilitas, sumber daya manusia (SDM) hingga dana cukup mampu dan tersedia. Setelah terdeteksi dengan baik dan terantisipasi, baru disiapkan berbagai protokol aktivitas masyarakat agar bisa produktif kembali dan resiko tertular bisa diminimalisasi.
“Jika euphoria new normal ini tidak dikendalikan dan diantisipasi bisa menjadi bahaya baru dan penyebaran tidak terkendali,” ujarnya.
Wakil Wali Kota Yogyakarta, Heroe Poerwadi mengatakan dalam dlam new normal masyarakat dan kegiatan ekonomi bisa berjalan. Namun protokol kesehatan tetap harus dilakukan dan pedagang harus lebih sering cuci tangan dengan sabun.
“Yang bersepeda juga harus mengikuti anjuran dan protokol,” kata dia.