Edu Wisata Batik Cilik, Upaya Regenerasi Pembatik di Gilangharjo Bantul

erfan erlin
Sejumlah siswa SMP di Bantul belajar mmebatik di Sentra Batik Guntingan, Pandak. (Foto: MPI/Erfan Erlin)

Proses regenrasi juga tidak mudah dilakukan, karena anak-anak cenderung yang ingin instan. Sementara upah yang diberikan relatif.

"Kami tetap berusaha untuk melakukan regenerasi," ujar dia.

Saat ini, sentra Batik di Gunting sudah mulai menggeliat pascapandemi Covid-19. Masyarakat mulai memproduksi kembali meski belum normal.  Batik dari Gilangharjo berupa batik tulis, cap dan kombinasi yang sudah menembus kota besar di Indonesia. 

Salah satu pembatik Kati (60) mengaku telah membatik sejak kelas 6 SD. Dulu sewaktu muda jumlah pembatik cukup banyak dan kini tinggal segelintir orang yang masih bertahan.

Ia mengakui penghasilannya menjadi pembatik memang tidak besar. Saat ini ia hanya mendapat upah sebesar Rp40.000 perhari dengan makan sekali. Meski sedikit, namun baginya cukup dibanding harus menganggur tanpa pendapatan.

"Kecil sih tetapi kalau di kota sudah mahal bisa mencapai Rp50.000. Walau kecil, tetapi Alhamdulillah cukup," ujar dia.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Kehabisan Bekal, Sejoli asal Kolombia Ditangkap saat Ngamen di Lampu Merah Bantul

57 tahun lalu

Tragis! Diajak Kakek Cari Rumput, Bocah di Bantul Tewas Tertimpa Buis Beton

57 tahun lalu

Terungkap Motif Pembunuhan di Bantul, Pelaku Tersinggung Ucapan Korban saat Pesta Miras

57 tahun lalu

Pembunuhan Pria di Bantul Terungkap, 2 Pelaku Sempat Ikut Melayat Korban

57 tahun lalu

Perkelahian Kelompok Pemuda di Imogiri Gunakan Senjata Tajam, 2 Orang Dilarikan ke RS

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal