Epidemiolog UGM: Vaksin Bagi Anak Belum Teruji, Utamakan Protokol Kesehatan

Kuntadi
anak-anak diajak mencuci tangan dengan sabun. (Fotodoc/iNews)

Menurut Citra, WHO SAGE (Strategic Advisory Group of Expert) sudah merekomendasikan vaksin untuk anak lebih dari 12 tahun yaitu Pfizer/Biontech. Hanya saja anak-anak belum menjadi prioritas secara global. Dengan perkembangan situasi dan bukti ilmiah yang dihimpun, bisa jadi akan ada rekomendasi baru untuk mengubah kebijakan. 

“Anak-anak bisa dilindungi bila orang dewasa, orang tua, pengasuhnya juga menjalankan prokes dengan ketat,” katanya. 

Saat ini lonjakan kasus Covid-19 cukup tinggi. Semuanya harus tertib patuh protokol kesehatan karena jadi sumber kluster. Dia juga khawatir apabila pembelajaran tatap muka dimulai di sekolah akan memperparah angka kejadian kasus Covid-19 pada anak. 

“Saya kira di daerah dengan transmisi tinggi sudah tepat untuk menunda kegiatan sekolah tatap muka,” katanya.

Lantaran belum ada vaksin untuk anak-anak, Citra menegaskan penerapan prokes pada anak-anak dan prokes ketat dari orang tua sangat diperlukan untuk melindungi anak-anak dari paparan Covid-19. 

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Terungkap! Pasien Terpapar Virus Super Flu Meninggal di Bandung Punya Komorbid

57 tahun lalu

10 Warga Jabar Terpapar Virus Super Flu, Terdeteksi sejak Agustus

57 tahun lalu

Korupsi Bilik Sterilisasi Covid-19 di Dairi, 2 Terdakwa Divonis 2 Tahun Penjara

57 tahun lalu

Cerita IRT Obesitas di Parepare Berbobot 200 Kg, Sulit Berdiri Hanya Bisa Ngesot

57 tahun lalu

Mantan Kadinkes Sumut Dituntut 20 Tahun Penjara Kasus Korupsi APD Covid-19

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal