Epidemiolog UGM: Vaksin Bagi Anak Belum Teruji, Utamakan Protokol Kesehatan

Kuntadi
anak-anak diajak mencuci tangan dengan sabun. (Fotodoc/iNews)

Menurut Citra, WHO SAGE (Strategic Advisory Group of Expert) sudah merekomendasikan vaksin untuk anak lebih dari 12 tahun yaitu Pfizer/Biontech. Hanya saja anak-anak belum menjadi prioritas secara global. Dengan perkembangan situasi dan bukti ilmiah yang dihimpun, bisa jadi akan ada rekomendasi baru untuk mengubah kebijakan. 

“Anak-anak bisa dilindungi bila orang dewasa, orang tua, pengasuhnya juga menjalankan prokes dengan ketat,” katanya. 

Saat ini lonjakan kasus Covid-19 cukup tinggi. Semuanya harus tertib patuh protokol kesehatan karena jadi sumber kluster. Dia juga khawatir apabila pembelajaran tatap muka dimulai di sekolah akan memperparah angka kejadian kasus Covid-19 pada anak. 

“Saya kira di daerah dengan transmisi tinggi sudah tepat untuk menunda kegiatan sekolah tatap muka,” katanya.

Lantaran belum ada vaksin untuk anak-anak, Citra menegaskan penerapan prokes pada anak-anak dan prokes ketat dari orang tua sangat diperlukan untuk melindungi anak-anak dari paparan Covid-19. 

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
7 bulan lalu

Terungkap! Pasien Terpapar Virus Super Flu Meninggal di Bandung Punya Komorbid

7 bulan lalu

10 Warga Jabar Terpapar Virus Super Flu, Terdeteksi sejak Agustus

8 bulan lalu

Korupsi Bilik Sterilisasi Covid-19 di Dairi, 2 Terdakwa Divonis 2 Tahun Penjara

2 tahun lalu

Cerita IRT Obesitas di Parepare Berbobot 200 Kg, Sulit Berdiri Hanya Bisa Ngesot

2 tahun lalu

Mantan Kadinkes Sumut Dituntut 20 Tahun Penjara Kasus Korupsi APD Covid-19

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal