Ganasnya Spetsnaz, Pasukan Khusus Rusia yang Sukses Hajar Tentara Ukraina

Anton Suhartono
Spetsnaz disebut telah berhasil memporak-porandakan pertahanan pasukan Ukraina. (Foto Ilustrasi : Reuters)

Beberapa misi strategis lain yang pernah mereka jalankan adalah perang Afghanistan (1979–1989), perang Chechnya (1994–1996) dan 1999–2009), serta yang terjadi belum lama ini termasuk Georgia (2009), Krimea (2014), intervensi Donbass (2014–sekarang), dan Suriah (2015–sekarang). Diperkirakan anggota Spetsnaz saat ini sebanyak 17.000 personel, meski angka tersebut dinamis. Oleh karena fleksibilitas dan kapasitasnya untuk dikerahkan dengan cepat dan dalam, Spetsnaz menjadi ujung tombak untuk misi membuka jalan bagi pasukan lain di belakang. 

Mereka melakukan pengintaian, sabotase, dan menjamin keamanan rute bagi pasukan reguler yang jumlahnya lebih besar. Seperti pasukan elite lain, para personel Spetsnaz juga bisa melakukan serangan memtikan dengan mengandalkan kecepatan serta kemampuan tak terdeteksi. Meski demikian Spetsnaz juga punya kelemahan. Letak kelemahan mereka justru pada kemampuan dalam bergerak cepat dan siluman. Begitu musuh mengetahui pergerakan mereka lalu memutusnya, ini bisa menjadi malapetaka. 

Dalam kasus pencaplokan Semenanjung Krimea, peran mereka dengan cepat digantikan oleh pasukan mekanis reguler dari Batalyon Infanteri Independen ke-727 Angkatan Laut, Brigade Artileri ke-291, dan Brigade Senapan Motor Independen ke-18. Alasan penggantian tersebut lantatan pasukan Ukraina melancarkan respons cepat terhadap Spetsnaz. 

Bukan hanya itu Ukraina ternyata memiliki pasukan bela diri lokal yang beraneka ragam yang militan dan sulit dilawan. Pada perang di Donbass sejak 2014, Spetsnaz dikerahkan untuk berbagai peran, seperti pengintaian medan perang dan dukungan tempur. Namun dalam beberapa kasus mereka juga menjalankan misi politik.  Mereka dituduh berada di balik pembunuhan beberapa komandan milisi lokal Donbass, namun kematian mereka menjadi bumerang bagi pemerintah Ukraina. 

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Terkuak! WNA Ukraina Dibunuh 7 Orang di Bali, 6 Tersangka Buron ke Luar Negeri

57 tahun lalu

20 Jam Terapung di Laut, Turis Rusia Hilang Saat Surfing di Nusa Dua Ditemukan Nelayan

57 tahun lalu

Sosok Mayor Laut Firman Cahyadi Komandan KRI Sutanto-377, Lulusan Terbaik Seskoal Rusia

57 tahun lalu

Membongkar Sepak Terjang Geng Rusia di Bali, Selengkapnya di Morning News

57 tahun lalu

Weekend Story: Geng Rusia Beraksi di Bali, Jaringan Mafia Internasional ?

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal