BPPTKG juga merekam 18 kali gempa hybrid atau fase banyak dengan amplitudo 2–38 milimeter. Hingga saat ini, status aktivitas Gunung Merapi masih berada pada Level III (Siaga).
BPPTKG menyebut potensi bahaya masih berupa guguran lava dan awan panas pada sektor selatan hingga barat daya yang meliputi Sungai Boyong sejauh maksimal 5 kilometer, serta Sungai Bedog, Krasak, dan Bebeng sejauh maksimal 7 kilometer.
Sementara itu, potensi bahaya di sektor tenggara meliputi Sungai Woro sejauh maksimal 3 kilometer dan Sungai Gendol sejauh maksimal 5 kilometer.
“Data pemantauan menunjukkan suplai magma masih berlangsung yang dapat memicu terjadinya awanpanas guguran di dalam daerah potensi bahaya,” demikian rekomendasi BPPTKG.
BPPTKG mengimbau masyarakat tidak beraktivitas di kawasan yang masuk daerah potensi bahaya. Warga juga diminta mewaspadai ancaman lahar dan awan panas guguran saat hujan turun di sekitar Gunung Merapi, serta mengantisipasi dampak abu vulkanik akibat erupsi.