Hujan Es Kembali Terjadi di Sleman, Begini Penjelasan BMKG

Priyo Setyawan
Hujan es sebesar kelereng terjadi di Kabupaten Sleman. (Foto: dok/BPBD Sleman)

Setelah terjadi kondensasi, terbentuk titik-titik air yang terlihat sebagai awan Cumulonimbus (Cb). Karena kuatnya energi dorongan ke atas saat terjadi proses konveksi maka puncak awan sangat tinggi hingga sampai freezing level.  Freezing level ini terbentuk Kristal-kristal es dengan ukuran yang cukup besar.
 
“Saat awan sudah masak dan tidak mampu menahan berat uap air, terjadi hujan lebat disertai es. Es yang turun ini bergesekan dengan udara sehingga mencair dan ketika sampai permukaan tanah ukurannya lebih kecil,” katanya.

Menurutnya hujan es saat ini masih berpotensi tinggi terjadi pada musim hujan dan juga pada saat pancaroba. Hujan es ini sifatnya sangat lokal (radius 2 Km) yang disebabkan oleh pertumbuhan awan cumulonimbus lebih dari 10 kilometer.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
18 jam lalu

BMKG Ungkap Penyebab Tanggamus Diguncang Gempa Beruntun

19 jam lalu

Gempa Bumi Magnitudo 5,0 Guncang Tahuna Kepulauan Sangihe, Warga Diminta Waspada

20 jam lalu

Gempa Hari Ini M 4,7 Guncang Tanggamus Lampung, Berpusat di Darat

1 hari lalu

Gempa Hari Ini Guncang Gunungkidul DIY, Cek Magnitudo dan Pusat Getarannya

1 hari lalu

Gempa Hari Ini M 5,4 Guncang Karatung Sulut, Tidak Berpotensi Tsunami

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal