Ini 5 Ciri Penceramah Radikal Menurut BNPT, Salah Satunya Pro Khilafah Transnasional

Antara
Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Ahmad Nurwakhid. (Foto Antara).

“Ada tiga strategi yang dilakukan oleh kelompok radikalisme. Pertama, mengaburkan, menghilang bahkan menyesatkan sejarah bangsa. Kedua, menghancurkan budaya dan kearifan lokal bangsa Indonesia. Ketiga, mengadu domba di antara anak bangsa dengan pandangan intoleransi dan isu SARA (Suku, Agama, Ras, dan Antargolongan),” kata Nurwakhid.

Strategi ini dilakukan dengan mempolitisasi agama yang digunakan untuk membenturkan agama dengan nasionalisme dan agama dengan kebudayaan luhur bangsa. Proses penanamannya dilakukan secara masif di berbagai sektor kehidupan masyarakat, termasuk melalui penceramah radikal tersebut.

“Inilah yang harus menjadi kewaspadaan kita bersama dan sejak awal untuk memutus penyebaran infiltrasi radikalisme ini salah satunya adalah jangan asal pilih undang penceramah radikal ke ruang-ruang edukasi keagamaan masyarakat,” katanya.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Pembubaran Ibadah di Padang, Wali Kota Fadly Amran Tegaskan Bukan Konflik SARA

57 tahun lalu

Kesaksian Penjaga Vila saat Massa Rusak Tempat Retret Ibadah di Sukabumi

57 tahun lalu

Vila Tempat Retret Ibadah yang Dirusak Massa di Sukabumi Mulai Diperbaiki

57 tahun lalu

Abuya Mama Ghufron Minta Maaf usai Video Ceramah Bicara dengan Malaikat Bikin Geger

57 tahun lalu

Penceramah Mama Ghufron Ngaku Bisa Bahasa Semut Terancam Sanksi jika Menyimpang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal