Kata Mahfud MD soal Wacana Dihidupkan Kembali Dewan Pertimbangan Agung

Yohanes Demo
Pakar Hukum Tata Negara Mahfud MD menilai tidak perlu DPA dihidupkan kembali. (Foto: ist)

YOGYAKARTA, iNews.id - Pakar Hukum Tata NegaraMahfud MD menilai Dewan Pertimbangan Agung (DPA) tidak perlu dihidupkan kembali. Sebab, saat ini sudah ada Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres).

Menurut Mahfud, struktur tata negara yang ada saat ini sudah bagus dengan adanya Wantimpres. 

"Ndak usah, DPA itu sudah dibubarkan berdasarkan hasil studi yang dulu dianggap tidak efektif," katanya di Gedung Sardjito, Kampus UII, Yogyakarta, Rabu (22/5/2024).

Dia mengatakan, alasan dihapuskannya DPA karena dianggap oleh sebagian besar pihak sebagai sesuatu yang buruk, yang kemudian pada masa reformasi diganti dengan lembaga yang setara yakni, DPD. 

Menurutnya, wacana itu muncul karena saat ini banyak pihak yang berpikir untuk memosisikan Presiden Joko Widodo usai tak lagi menjabat. Di mana Joko Widodo akan ditempatkan di berbagai posisi termasuk di DPA.

"Ya, silakan saja dibicarakan, dibicarakan bahwa Pak Jokowi mungkin masih diperlukan di politik, silakan. Tetapi bentuknya seperti apa, langsung atau tidak langsung, dan apakah memang harus formal begitu atau tidak, itu terus saja didiskusikan," paparnya.

Mantan Menko Polhukam itu tidak mempermasalahkan jika setelah tidak menjabat Presiden Jokowi akan dimasukkan ke dalam struktur Wantimpres. Tapi lain hal jika kembali mengaktifkan DPA yang menurutnya terlalu berlebihan.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Soroti Kasus Gus Yaqut, Mahfud MD: Pimpinan KPK Tak Berwenang Tetapkan Tersangka

57 tahun lalu

Komite Reformasi Kepolisian Bentukan Prabowo Akan Diisi 9 Orang, Mahfud MD Ikut Bergabung

57 tahun lalu

Pengamat Unair Sebut Mahfud MD Potensi Kuat Dipilih jadi Menko Polkam

57 tahun lalu

Mahfud MD Berikan Komentar Menohok Putusan PTUN Jakarta Kabulkan Gugatan Anwar Usman

57 tahun lalu

Ronald Tannur Divonis Bebas, Mahfud MD Minta KY Periksa Hakim PN Surabaya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal