Keren, Pemkab Kulonprogo Miliki Lagu Ikon Pariwisata dalam 3 Bahasa

Kuntadi
Penyanyi keroncong Endah Laras berdialog dalam launching lagi Ikon pariwisata di kompleks Bandara YIA, Jumat (25/3/2022). (foto: iNews.id/Kuntadi)

KULONPROGO, iNews.id – Kabupaten Kulonprogo memiliki lagu ikon pariwisata dalam tiga bahasa yakni Bahasa Jawa, Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris. Lagu tersebut diciptakan sejumlah komposer melalui lomba cipta lagu ikon pariwisata tahun 2022 yang digelar Dinas Pariwisata.

Lomba ini diikuti 114 karya anak bangsa dari berbagai kota di Indonesia. Pada kategori lagu Bahasa Indonesia, terbaik pertama berjudul Kulonprogoku Mempesona ciptaan Adi Mursalin dari Bangka Belitung. Terbaik kedua berjudul Ayo Wisata Ke Kulonprogo ciptaan Andre Natalis Putranto dan Dinar Hana Nalurita dari Semarang serta terbaik ketiga berjudul Love Sambanggo ciptaan Tyno Isbat Elsa Wibowo dari Kota Yogyakarta. 

Untuk kategori Bahasa Inggris, terbaik pertama adalah lagu berjudul Kulonprogo Today I'm Coming ciptaan Prisma Pradana dari Bali, kedua berjudul When The Sun Comes Up ciptaan Dian Cahyadi dari Kulonprogo serta ketiga berjudul Love And Peace ciptaan Fajar Firdaus dari Pangandaran. 

Sementara kategori Bahasa Jawa, terbaik pertama adalah lagu berjudul Kulonprogo Taman Surgo ciptaan Maheswara Pandya Adirajasa Musa dari Kulonprogo, kedua berjudul Sambang Kuloprogo ciptaan Rio Andi Cahyono dari Kulonprogo serta terbaik ketiga berjudul Dolan Ing Suroloyo  ciptaan Reski Satriandi dari Tangera

“Animo masyarakat cukup tonggi dan harapan kami melalui lagu ikon pariwisata ini bisa membawa Kulonprogo ke dunia internasional tanpa meninggalkan kearifan lokal,” kata Kepala Dinas pariwisata, Joko Mursito pada launching Lagu Ikon pariwisata di Bale Kambang kompleks Bandara YIA, Jumat (25/3/2022). 

Launching ini dengan menampilkan ketiga lagu yang lolos menjadi juara pertama. Lagu ini dibawakan oleh seniman Indro Kimpling Suseno, Ricci Bulu dan Endah Laras. 

“Semoga lagu ini menjadi indentitas baru Kulonprogo tanpa meninggalkan nilai budaya sebelumnya,” katanya.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Sultan HB X Sambut Dubes Australia, Bahas Penerbangan Langsung dan Kerja Sama Pendidikan

57 tahun lalu

Kecelakaan di Depan Bandara YIA, Minibus Hiace Terobos Lampu Merah Tabrak Pemotor

57 tahun lalu

Alun-Alun Satya Negara Sukoharjo, Nilai Historis dan Simbolis

57 tahun lalu

Penyelundupan 80.000 Ekor Benih Lobster ke Malaysia Digagalkan di Bandara YIA

57 tahun lalu

Puncak Arus Mudik Lebaran di Bandara YIA Diprediksi 6 April, Layani 262.000 Penumpang

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal