Kisah Kiai Bondoyudo, Keris Pusaka Pangeran Diponegoro yang Menggetarkan Kolonial Belanda

Solichan Arif
Lukisan Pangeran Diponegoro karya Basoeki Abdullah. (Foto: http://kebudayaan.kemdikbud.go.id).

Dalam catatannya, Peter Carey menyebut Pangeran Diponegoro telah mengubah mata panah tersebut menjadi sebilah cundrik atau belati kecil.

Mata panah itu diperoleh melalui laku spiritual. Konon, kilatan cahaya yang tiba-tiba menghampiri Diponegoro saat khusyuk bersemedi.

Kilatan cahaya yang menjelma mata panah itu lantas diberi nama Sarutomo. Nama yang terilhami dari Pasopati, senjata pamungkas Arjuna, tokoh Pandawa dalam kisah pewayangan Mahabarata.   

Oleh Diponegoro mata panah itu lantas diubah menjadi sebilah belati di mana kemudian Raden Ayu Maduretno atau Ratu Ayu Kedaton, istri keempat Pangeran Diponegoro yang membawanya ke mana-mana.

“Di penghujung tahun 1827, belati itu dilebur dengan dua senjata pusaka lain untuk membuat satu keris pusaka yang diberi nama Kiai Ageng Bondoyudo,” kata Peter Carey.

Editor : Reza Yunanto
Artikel Terkait
1 bulan lalu

Warga Berebut Air Bekas Cucian Piring Jimat di Keraton Kacirebonan, Diyakini Bawa Keberkahan

1 tahun lalu

Ritual Penjamasan Benda Pusaka di Cilegon, Jaga Warisan Leluhur dan Jejak Sejarah Lokal

1 tahun lalu

Mengerikan! Pemimpin Prajurit Belanda Tertembak Mata oleh Pasukan Pangeran Diponegoro

1 tahun lalu

Belanda Bangun 258 Benteng Lawan Pangeran Diponegoro, Semua Gagal Total!

1 tahun lalu

Kisah Pemberontakan Gagal Pangeran Diposono, Kerabat Keraton Nekat Lawan Belanda

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal