Kini, di usia 16 tahun, Nanda hanya bisa terbaring di tempat tidur di rumah sederhana mereka di Padukuhan Dhisil, Kalurahan Salamrejo, Kapanewon Sentolo. Dia mengandalkan bantuan sang ibu untuk makan, mandi, dan kebutuhan sehari-hari.
Di hidungnya terpasang selang nasogastric tube (NGT) untuk menyalurkan makanan dan obat ke lambung. Meski lumpuh, dia masih bisa menyimak aktivitas di sekitarnya melalui pendengaran.
"Anak saya sekarang hanya bisa tidur dan mengandalkan hidup dari orang lain. Syukur-syukur ada harapan masih bisa sembuh," ucapnya.
Sembilan tahun berlalu sejak digigit ular weling, kondisi Nanda disebut mengalami sedikit kemajuan. Kini dia bisa tidur lebih lelap, menggerakkan tangan, dan lebih sering mengeluarkan suara, meski tulang belakangnya mengalami skoliosis.
Keluarga sampai saat ini tetap berharap keajaiban datang agar Ananda bisa sembuh kembali.