Kisah Prajurit Kopassus yang Gugur Ditembak Teroris

Sucipto
Anggota satuan elite Kopassus dalam sebuah operasi. (Foto Ilustrasi: Penkopassus).

Karena kehabisan bahan bakar, pesawat sempat mendarat di Bandara Penang, Malaysia untuk mengisi bahan bakar selanjutnya mendarat di Bandara Don Mueang, Bangkok, Thailand. Selama empat hari drama pembajakan berlangsung di Bandara Don Mueang, Bangkok.
 
Pembajak yang dipimpin oleh Imran bin Muhammad Zein tersebut menuntut pemerintah Indonesia agar membebaskan 80 angggota kelompok Komando Jihad yang telah ditangkap karena beberapa kasus atau teror yang mereka lakukan. Seperti kasus Cicendo yang terjadi pada 11 Maret 1981 dimana 14 anggota Komando Jihad telah membuh empat anggota Polri.

Selain itu, pembajak juga menuntut tebusan berupa uang tunai USD1,5 juta. Mereka juga meminta pesawat untuk pembebasan tahanan dan terbang ke tujuan yang dirahasiakan. Di samping itu mereka juga mengancam telah memasang bom di pesawat Woyla dan tidak segan untuk meledakkan diri bersama pesawat tersebut.

Tuntutan pembajak/teroris tersebut tidak dipenuhi pemerintah Indonesia. Pemerintah menjawab tuntutan tersebut dengan melakukan aksi militer guna membebaskan para sandera. Dalam upaya membebaskan para sandera, pada 29 Maret 1981 di Mako KopassandhaCijantung, dibentuk satu tim pembebasan sandera yang dipimpin oleh Letkol Inf Sintong Pandjaitan. Salah satu prajurit terbaik dan terpilih untuk melaksanakan misi itu adalah Capa Ahmad Kirang.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
22 jam lalu

Terekam CCTV! Detik-Detik Perwira Muda Kopassus Letda Jihad Ahmad Gugur Tertembak

2 hari lalu

Geger Perwira Kopassus Tewas Diduga Ditembak Teman, Keluarga Minta Keadilan

2 hari lalu

Perwira Elite Kopassus Tewas Diduga Ditembak Rekan Sejawat di Solo

15 hari lalu

Polisi Ungkap Motif Dendam di Balik Pencurian Motor di Gudang Zeni Tempur TNI AD Surabaya

16 hari lalu

Nekat Curi Motor di Gudang Zeni Tempur TNI AD Surabaya, 1 Pelaku Ditangkap 1 Diburu

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal