Macapat Tatag Teteg Tutug Jadi Ajang Pelestarian Budaya Daerah

Antara
Pelestari sastra lokal melantunkan tembang macapat dalam gelar Macapat Tatag Teteg Tutug di Taman Pintar, Senin (29/5/23). (Foto : HO Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta)

Seluruh pelestari sastra lokal ini tampil mengenakan busana tradisional lengkap khas Yogyakarta. Yakni surjan atau kebaya lurik, kain jarik, serta keris dan blangkon untuk lelaki.

Mereka melantunkan berbagai tembang macapat dalam ajang tersebut, termasuk doa tolak bala dalam bentuk tembang pangkur, tembang dhandangula, kinanthi, dan mijil.

Selain itu dilantunkan pula tembang dolanan seperti ilir-ilir dan gundhul-gundhul pacul serta tembang berisi doa untuk kesejahteraan.

Perwakilan Balai Bahasa DIY Ratun Untoro menyebut gelar macapat merupakan wujud perhatian, dukungan, dan keterlibatan Pemerintah Kota Yogyakarta pada upaya perlindungan, pembinaan, dan pelestarian budaya tradisional.

"Sudah ada pergeseran macapat dari tembang nafas kehidupan menjadi ilmu pengetahuan yang dipelajari struktur dan pola pelantunannya. Karena sudah menjadi ilmu maka perlu terus dipelajari dan dipraktikkan," ujar Ratun Untoro.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Info Loker Jogja Terbaru 2026: Peluang Terbuka di Sektor Jasa, Gaji Sesuai UMK

57 tahun lalu

Puncak Arus Balik Lebaran di Stasiun Tugu, Ribuan Pemudik Tinggalkan Yogyakarta

57 tahun lalu

Polda Jabar Siapkan Mudik Gratis Lebaran ke Solo dan Yogyakarta

57 tahun lalu

Jadwal Buka Puasa Ramadhan 2026 Jogja Hari Ini versi Muhammadiyah, Lengkap dengan Doa Berbuka

57 tahun lalu

Jadwal Imsak Puasa Ramadhan 2026 Muhammadiyah untuk Wilayah Jogja & Sekitarnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal