Masuk Musim Kemarau, Tiga Desa di Kulonprogo Ajukan Droping Air Bersih

Kuntadi
ilustrasi droping air bersih (Foto: istimewa)

Sumiyati mengatakan, saat ini masih melakukan pemetaan wilayah yang rawan kekeringan. Pada 2019 lalu, kesulitan air bersih dialami 8.316 jiwa yang tersebar di delapan kapanewon/kecamatan. Dominasi tetap di Perbukitan Menoreh, seperti di Kapanewon Kokap, Kalibawang, Samigaluh dan Girimulyo. Namun dua wilayah lain di Lendah dan Sentolo juga ada beberapa kalurahan yang juga dilanda kekeringan.

Sementara itu, Kasi Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kulonprogo, Hepy Eko Nugroho mengatakan, pihaknya memiliki anggaran penanggulangan kekeringan dari APBD Kulonprogo sebesar Rp80 juta. Dana ini akan dipakai untuk penyaluran bantuan kepada masyarakat. Dia akan berkoordinasi dengan Dinsos P3A, PDAM, Tagana dan PMI.

“Anggaran baru bisa dipakai kalau bupati sudah menetapkan status tanggap darurat kekeringan,” katanya.

Hingga kini, BPBD belum mendapatkan permohonan bantuan air bersih. Namun beberapa kelompok masyarakat sudah ada yang datang untuk menayakan ketersediaan air bersih dan mekanisme pengajuan bantuan.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
1 hari lalu

16 Daerah di Jateng Siaga Kekeringan, Puluhan Ribu Warga Butuh Air Bersih

11 hari lalu

Sumur Mengering Dampak Kemarau, Warga 4 Desa di Banjarnegara Berebut Air Bersih

23 hari lalu

Kekeringan di Banjarnegara Meluas, 1.600 Warga Berebut Bantuan Air Bersih

23 hari lalu

Bogor dan Bekasi Dilanda Kekeringan, Ribuan Warga Kesulitan Air Bersih

23 hari lalu

Kekeringan Landa 4 Kabupaten di Jateng, Ribuan Warga Krisis Air Bersih

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal