Haedar mengatakan, Muhammadiyah melalui Kiai Ahmad Dahlan dan Nyai Dahlan serta generasi awal Muhammadiyah 107 tahun yang lalu telah menorehkan tinta sejarah perjalanan keumatan dan kebangsaan, di antaranya mencerdaskan bangsa.
"Mencerdaskan kehidupan bangsa bagi Muhammadiyah dan generasi awal pergerakan ini memiliki fondasi pada nilai-nilai Islam, yakni pada tradisi 'iqra' (membaca) sebagai wahyu dan risalah pertama yang dibawa Nabi Muhammad SAW," kata dia.
Muhammadiyah, kata Haedar, ingin terus menciptakan masyarakat sebagai umat terbaik, umat tengahan, umat yang moderat.
Hal itu, menurut dia, menyesuaikan dengan cita-cita Kiai Dahlan yang menjadi perintis dan membawa Islam untuk menggapai perubahan, serta mengontekstualisasikan dengan perubahan zaman.
Dalam acara Milad Muhammdiyah yang dihadiri Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarimserta Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan Muhajir Effendi itu, juga berlangsung peluncuran Motif Batik dan Lagu Muktamar Muhammadiyah ke-48.