ORI DIY Ungkap Ada Praktik Jual Beli Seragam Sekolah, Modus Mark-up Harga

erfan erlin
Wakil Bupati Bantul Joko Purnomo saat sosialisasi PPDB Tahun 2022 di Kabupaten Bantul, DIY, Senin (30/5/2022). (Foto : Antara)

Di antaranya adalah bekerja sama dengan pihak toko ataupun koperasi. Pihak toko sengaja diundang datang ke sekolah guna menjelaskan jenis seragam dan juga harganya kepada walimurid atau orang tua siswa. 

"Jadi mark-up-nya perpaket seragam nilainya Rp300.000- 500.000. Jadi sekolah bisa untuk puluhan juta dari pengadaan seragam ini," beber dia.

Modus yang digunakan adalah pengadaan seragam tersebut dilakukan oleh Paguyuban Orang Tua (POT). Namun setelah diselidiki ternyata ada sekolah di belakang POT tersebut. Di mana pihaklah yang menentukan harga seragam.

"Hal yang paling terlihat adalah pembayaran tersebut melalui Bendahara sekolah,"ujarnya. 

Selain itu juga ada toko yang mereka tunjuk untuk bekerjasama dalam pengadaan seragam siswa tersebut. Fakta tersebut mereka temukan setelah melakukan investigasi ke toko dengan berpura-pura menjadi pembeli. Di toko tersebut mereka menemukan sudah menyediakan seragam bersekolah.

Editor : Kastolani Marzuki
Artikel Terkait
57 tahun lalu

SD di Kawasan Padat Penduduk di Malang Ini Hanya Dapat 2 Siswa Baru, kok Bisa?

57 tahun lalu

Gerbang SMAN 5 Digembok Warga 2 Hari, Wali Kota Bukittinggi: Anak Kita yang Dirugikan!

57 tahun lalu

2 SD Negeri di Blora Tak Dapat Siswa Baru

57 tahun lalu

Dedi Mulyadi Akan Hapus Sistem Zonasi PPDB di Jabar

57 tahun lalu

Pemkot Malang Kaji Rencana Gabungkan SDN yang Kekurangan Siswa

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal