Pemkot Jogja dan Kabupaten Sleman Kerja Sama Turunkan Inflasi

erfan erlin
Pemkab Sleman dan Pemkot Yogyakarta menandatangani MoU (memorandum of understanding) atau nota kesepahaman di bidang pangan. (Foto : istimewa)

YOGYAKARTA, iNews.id- Pemkab Sleman akan mengirim surplusberas yang mereka alami ke Kota Yogyakarta. Hal ini mereka lakukan untuk menjaga stabilitas harga bahan pokok di wilayah DIY menjelang Natal dan Tahun Baru 2023 (Nataru).

Pj Wali Kota Jogja Sumadi mengungkap, Pemerintah Kota Jogja dan Pemerintah Kabupaten Sleman bekerja sama dalam menyediakan sejumlah bahan pokok menjelang Natal dan Tahun Baru ini. Pemkot Jogja berharap hasil bumi sembada yang surplus, bisa didistribusikan ke tiga pasar besar di Kota Jogja. 

"Karenanya kedua pemerintah daerah menandatangani MoU (memorandum of understanding) atau nota kesepahaman di bidang pangan," ujar dia, Rabu (13/12/2022).

Sumadi menuturkan selama ini Kota Jogja memang tidak memiliki sawah dengan luasan yang cukup untuk memproduksi pangan. Sehingga mereka harus mendatangkan pasokan pangan dari luar wilayah

Menurut Sumadi, Kota Jogja tak punya produksi pangan, dengan perekonomian yang fokus perdagangan dan jasa. Namun demikian, selama ini perhitungan dari Badan Pusat Statistik, ada tiga pasar yang dijadikan indikator untuk perhitungan inflasi di DIY.  "Tiga pasar itu adalah pasar Beringharjo, Kranggan dan Demangan," ujarnya.

Ini tentu menjadi sebuah pekerjaan rumah karena indikator inflasi adalah kecukupan pasokan pangan. Padahal Kota Jogja tak memiliki sumber daya tersebut. Kendati demikian mereka terap berupaya keras agar angka itu tetap stabil di antaranya  kerjasama dengan wilayah terdekat.

Sumadi mengetahui persis jika pemerintah Kabupaten Sleman memiliki potensi untuk hal tersebut. Sleman memiliki komoditas yang mereka hasilkan sendiri di antaranya cabai, beras dan lain-lain.

"Saya yakin suplai beras dan cabai dari Kabupaten Sleman bisa membantu pasokan dua kebutuhan pangan tersebut terkendali di Kota Jogja. Saya berharap, dengan adanya MoU ini, maka target inflasi bisa menurun minimal 5 persen bahkan di bawah angka tersebut bisa tercapai," ujarnya.

Di tempat yang sama, Ketua Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kabupaten Sleman, Heru Saptono mengatakan, tingkat inflasi ini lebih tinggi dibanding tingkat inflasi nasional. Saat ini inflasi di DIY mencapai 6,54 persen yoy pada triwulan ke-4.  "Maka harus ada upaya untuk mengendalikannya,"kata dia.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
2 hari lalu

Demo di Yogyakarta, Massa Duduki Titik Nol Kilometer

3 hari lalu

BULOG Kuasai 4,5 Juta Ton, Cadangan Beras Pemerintah Indonesia Unggul Jauh Dibanding Sejumlah Negara Asia Tenggara

1 bulan lalu

Bea Cukai Amankan 413 Ton Beras dan Garam yang Diimpor dari India Senilai Rp7,8 Miliar

1 bulan lalu

Kecelakaan Maut di Kulonprogo, Pemotor Lansia Tewas Tabrak Truk Berhenti di Jalan

5 bulan lalu

Tergiur Harga Murah, Pedagang Nasi Kuning di Kotim Tertipu Beli Beras Karung Isi Pasir

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal