Polemik Jenazah Covid-19 Dibakar, Epidemiologi UGM: Tak Ada Inang Virus Mati Sendiri

Kuntadi
ilustrasi pemakaman jenazah Covid-19 (Foto: iNews.id)

“Virusnya akan mati jika lama tidak masuk ke inang yang baru,” katanya.

Adanya penambahan kasus baru, tidak lepas dari semakin banyaknya masyarakat yang melanggar protokol kesehatan Covid-19. Selain itu Pemerintah juga terus menambah tes swab untuk upaya pencegahan sejak dini, dalam memutus mata rantai penyebaran.

Terkait dengan rencana uji coba vaksin dari China, Bayu tidak mau memberikan komentarnya. Saat ini pemerintah China belum merilis hasil uji vaksin fase satu dan dua. Meskipun ada harapan bisa digunakan karena kasus di China mirip dengan kasus di Indonesia.

Vaksin, kata dia, bukan satu-satunya solusi pencegahan penularan Covid-19. Namun untuk mengatasi pandemi dan pemulihan ekonomi perlu menerapkan protokol yang ketat dan tidak tebang pilih.

”Selama ini kita lemah di surveilans mobilitasnya karena itu banyak kasus yang berpindah tempat,” ujarnya.

Bayu mengajak masyarakat untuk disiplin dalam menerapkan protokol kesehatan, mulai dari penggunaan masker, menjaga jarak dan mencuci tangan.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Terungkap! Pasien Terpapar Virus Super Flu Meninggal di Bandung Punya Komorbid

57 tahun lalu

10 Warga Jabar Terpapar Virus Super Flu, Terdeteksi sejak Agustus

57 tahun lalu

UGM Kirim 7 Batch Tim Medis hingga Bangun 100 Huntara di Aceh Utara

57 tahun lalu

Korupsi Bilik Sterilisasi Covid-19 di Dairi, 2 Terdakwa Divonis 2 Tahun Penjara

57 tahun lalu

Cerita IRT Obesitas di Parepare Berbobot 200 Kg, Sulit Berdiri Hanya Bisa Ngesot

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal