Rektor UWMY: Pindah IKN Jangan Tergesa-Gesa, Perencanaan Harus Cermat

Antara
Rektor UWMY Edy Suandi Hamid (Foto: antara)

Disandingkan dengan negara-negara lain yang pindah ibu kota, menurut dia, perkiraan biaya pindah ibu kota RI sudah masuk kategori sangat besar nilai anggarannya.

Sebut saja kasus pindah ibu kota Kazakhstan (1997) dari Almaty ke Astana, menurut dia, biayanya mencapai 9.000 juta dolar, Malaysia (1999) dari Kuala Lumpur ke Putrajaya 8 miliar dolar, Myanmar (2005) dari Yangon ke Naypydaw 6 miliar dolar Amerika, Australia dari Melbourne ke Canberra USD 13.28 miliar.

Karena itu dia berpendapat, pindah ibu kota bukan soal political legacy atau warisan kebijakan politik yang monumental dari pemerintah saat ini.

Apabila konsep ibu kota baru mengacu model Jakarta saat ini yang menjadi pusat segala sektor, baik ekonomi, bisnis, politik dan pemerintahan, industri, maka ibu kota baru menjadi pusat pemindahan masalah lama dari dari ibu kota saat ini.

”Pemindahan ibu kota memiliki alasan kuat, tetapi kapan dan di mana jangan tergesa-gesa ditetapkan. Jangan jadi keputusan politik yang ceroboh," ujar dia.

Editor : Kuntadi Kuntadi
Artikel Terkait
29 hari lalu

Demo Rektor UINSA Surabaya Memanas, Mahasiswa Segel Gerbang hingga Kuliah Lumpuh

1 bulan lalu

Bakar Ban, Mahasiswa dan Dosen UINSA Surabaya Demo Tolak Rektor Terpilih

1 bulan lalu

Demo Tolak Rektor Incumbent 2 Periode di UINSA Ricuh, Mahasiswa Bakar Ban

10 bulan lalu

Tol IKN Resmi Dibuka Fungsional Selama Nataru, Ribuan Kendaraan Melintas

11 bulan lalu

Ditargetkan Beroperasi Komersial 2026, Bandara VVIP IKN Tunggu Perpres

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal