Penjadwalan rapid test, lanjut Tri, disesuaikan dengan penghitungan potensi paparan agar hasil dari uji cepat lebih akurat.
“Kami juga melakukan tracing ke tempat-tempat lain yang didatangi dan ditemukan lima orang yang melakukan kontak dengan beliau. Kelimanya melakukan kontak selama lebih dari 15 menit,” katanya.
Tri menambahkan, pemkot juga sudah melakukan penelusuran terhadap berbagai kegiatan yang dilakukan oleh pasien positif tersebut sepanjang Juni dan Juli.
“Kami membuat semacam peta yang berisi praduga-praduga potensi awal mula penularan. Jika memang praduga itu kuat, maka akan langsung dilakukan swab,” katanya.
Sementara itu, Ketua Harian Gugus Tugas Penanganan Covid-19 Yogyakarta Heroe Poerwadi mengatakan, upaya penelusuran dan contact tracing dilakukan secepatnya untuk mencegah potensi penularan yang lebih luas.
“Harus bisa dicegah secepatnya supaya tidak semakin menyebar kemana-mana,” katanya.
Berdasarkan data corona.jogkakota.go.id hingga Kamis (30/7/2020), jumlah pasien positif COVID-19 yang masih menjalani perawatan di Yogyakarta tercatat 10 orang, 39 pasien sembuh, dan tiga meninggal dunia.