Serangan KKB Tewaskan Puluhan Aparat, Negara Ini Berkabung 3 Hari

Umaya Khusniah
Puluhan tentara Mali tewas dan 33 lainnya terluka dalam serangan di sebuah pos keamanan. (Foto: Reuters)

Mali dan mitra internasionalnya telah memerangi ekstremis KKB selama hampir satu dekade. Situasinya menunjukkan tanda-tanda memburuk setelah Prancis mulai menarik pasukannya menyusul serangkaian perselisihan dengan pemerintah Mali.

Pada 2013, Prancis memimpin operasi militer untuk mengusir militan Islam dari kekuasaan di kota-kota besar di utara Mali. Tetapi elemen-elemen itu akhirnya berkumpul kembali dan mulai melakukan serangan ke arah selatan terhadap militer dan penjaga perdamaian PBB.

Rencana penarikan Prancis datang setelah junta yang dipimpin oleh Kolonel Assimi Goita melakukan dua kudeta dalam periode sembilan bulan pada 2020 dan 2021. Para pengamat khawatir kekacauan tersebut telah menciptakan kekosongan kekuasaan lain bagi para ekstremis untuk melakukan lebih banyak serangan.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
2 hari lalu

Polisi Identifikasi 2 DPO dalam Video Call, Diduga Terlibat Penembakan 3 ASN Jayawijaya

3 hari lalu

Rombongan Penyalur Bantuan Berpencar Saat Diberondong Tembakan di Jayawijaya, 5 Selamat

4 hari lalu

Rombongan Penyalur Bantuan Pangan Ditembak di Jayawijaya, 3 Orang Tergeletak di Jalan

24 hari lalu

Kasus Pembunuhan Bripka Fredy Awes di Yahukimo Terungkap, 5 Orang Ditetapkan Tersangka

24 hari lalu

Kronologi Serangan OPM di Jila, Dandim Mimika Sebut dari 3 Arah dan Kelompok Baru 

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal