Fransiska berpendapat, petani perlu mendapat dukungan kebijakan dari pemerintah untuk meningkatkan kesejahteraannya. Salah satunya dengan ketersediaan pupuk murah dan harga jual yang stabil.
Di samping itu juga melindungi mereka saat datang musim panen. Bukan rahasia lagi jika tiba masa panen raya, harga cenderung terpuruk sehingga mengancam eksistensi petani.
Fransiska menilai, kondisi ini menyebabkan nasib petani masih belum sejahtera. Harus ada upaya nyata dari pemerintah untuk menyejahterakan mereka.
"Kita harus turun untuk melihat perjuangan ibu-ibu petani. Meski hanya dibayar Rp20.000 mereka tetap bekerja sebagai buruh tani dengan tekun. Saya akan mendorong kebijakan pemerintah untuk melindungi petani,” ujarnya.
Seorang petani setempat, Mujiyo mengaku senang dengan kedatangan caleg perempuan Partai Perindo tersebut. Dia menilai sang caleg tak sungkan untuk datang mendengar aspirasi dan keluh kesah yang dihadapi para petani. Bahkan, meski perempuan, namun mau ikut mencoba membajak sawah untuk merasakan bagaimana beratnya pekerjaan petani.