"Itulah sengkuni partai yang merusak citra PAN," ujar mantan Anggota DPRD DIY ini.
"Kalau toh harus berpisah jalan, itu karena perbedaan prinsip dalam perjuangan. Bukan karena baper kongres. Narasi para penjilat di PAN justru yang baper kongres," katanya lagi.
Dia kembali mengingatkan DPP bahwa mayoritas pemilih PAN, khususnya di DIY, tidak menghendaki bergabung dan menjadi bagian dari pemerintahan. Ini tindak lanjut pada Pilpres lalu yang tidak memberi amanat untuk memilih Jokowi.
"Apa yang saya suarakan adalah suara mayoritas konstituen PAN DIY. Kalau DPP akan membawa kapal PAN berlabuh ke kekuasaan, itu pengkhianatan terhadap aspirasi konstituen dan akan membuat PAN semakin dijauhi rakyat," ujarnya.
Ketika disinggung dengan kader PAN dan anggota DPRD provinsi maupun kabupaten, Nazar menyerahkan kepada masing-masing pribadi. Sebab, masing-masing mewakili konstituennya.
"Nanti paling tidak kita akan bersama di Pemilu 2024," katanya.