Selama proses pembangunan ratusan TNI bersama polisi dan masyarakat turun ke Sungai Bulus. Mereka bahu-membahu, mengumpulkan batu yang ada di dasar sungai untuk dijadikan isian talud penyangga jembatan.
“Kita lakukan dengan gotong royong bersama masyarakat untuk membangun jembatan ini,” kata Rejamulya, Rabu (1/7/2020).
Selain pembangunan jembatan, program fisik juga dilakukan dengan membangun lima unit rumah tidak layak huni (RTLH) serta renovasi dua masjid. Fokus pembangunan dititikberatkan pada pembangunan jembatan cor beton sepanjang 12 meter dan lebar 3 meter.
“Target kita akhir Juli jembatan ini sudah bisa dilalui,” kata Rejamulya.
Sementara itu, Dukuh Pangkah, Bambang Harsono mengatakan selama proses pembangunan warga siap mendukung kegiatan yang ada. Jembatan ini merupakan akses utama menuju ke sekolah dan pasar.
“Kita sangat berterima kasih ini dibangun, karena jembatan ini sangat penting,” katanya.