Tradisi Sekaten, Upacara Tradisional di Yogyakarta

Silfia Rahmah Harahap
Tradisi sekaten merupakan rangkaian kegiatan tahunan yang dijadikan sebagai peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW. (Foto : ist)

JAKARTA, iNews.id - Tradisi sekaten merupakan rangkaian kegiatan tahunan yang dijadikan sebagai peringatan maulid Nabi Muhammad SAW. Acara ini diselenggarakan oleh KeratonYogyakarta

Ketika tradisi sekaten ini diselenggarakan selalu disemarakkan dengan meriah oleh masyarakat sekitar. Namun, di balik kemeriahannya itu terdapat makna filosofis di dalamnya. Tradisi ini sudah ada semenjak era Walisongo, yang dulunya dilakukan sebagai sarana penyebaran agama Islam. 

Mengenal Tradisi Sekaten
Dikutip dari laman Dinas Perpustakaan dan Arsip DIY upacara tradisional merupakan bagian utuh dari kebudayaan masyarakat pendukungnya. Sekaten merupakan upacara tradisional yang dilaksanakan untuk memperingati kelahiran Nabi Muhammad SAW. 

Upacara ini dilaksanakan secara berkala satu tahun sekali yaitu selama 7 hari tanggal 5 - 11 Rabi’ul Awwal (dalam kalender Jawa dikenal dengan sebutan Mulud). Upacara sekaten ditutup pada tanggal 12 Rabi’ul Awwal dengan mengadakan upacara Garebeg Mulud. 

Upacara sekaten pada dasarnya merupakan suatu tradisi yang diwariskan oleh nenek moyang khususnya masyarakat Yogyakarta. Pada awalnya, upacara ini dilaksanakan setiap tahun oleh raja-raja di tanah Hindu, berbentuk selamatan atau sesajian untuk arwah para leluhur. 

Namun pada perkembangannya, upacara ini digunakan sebagai sarana dalam menyebarkan agama Islam melalui kesenian contohnya gamelan, sehingga untuk memperingati hari lahir Nabi Muhammad SAW menggunakan kesenian gamelan.

Pelaksanaan tradisi sekaten menyimpan suatu ajaran yang dibentuk dalam bentuk simbol dan lambang yang tersimpan arti di dalamnya. Contoh pada tahap gamelan pusaka pertama kali dibunyikan, dilaksanakan upacara udhik-udhik yakni penyebaran keping logam oleh Sri Sultan. Tindakan ini merupakan lambang dari pemberian anugerah berbentuk harta dan berkat wujud tuah kekeramatan.

Upacara ini dilaksanakan selama 7 hari yang akan diisi dengan berbagai kegiatan, yakni: Festival kebudayaan, pementasan alat musik gamelan, kemeriahan pasar malam, tradisi tradisional Jawa.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Info Loker Jogja Terbaru 2026: Peluang Terbuka di Sektor Jasa, Gaji Sesuai UMK

57 tahun lalu

Puncak Arus Balik Lebaran di Stasiun Tugu, Ribuan Pemudik Tinggalkan Yogyakarta

57 tahun lalu

Polda Jabar Siapkan Mudik Gratis Lebaran ke Solo dan Yogyakarta

57 tahun lalu

Jadwal Buka Puasa Ramadhan 2026 Jogja Hari Ini versi Muhammadiyah, Lengkap dengan Doa Berbuka

57 tahun lalu

Jadwal Imsak Puasa Ramadhan 2026 Muhammadiyah untuk Wilayah Jogja & Sekitarnya

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal