Viral Kabut Tebal Selimuti Perairan Selatan Gunungkidul, Ini Penjelasan BMKG

erfan erlin
Viral Kabut Tebal Selimuti Perairan Selatan Gunungkidul, Ini Penjelasan BMKG (Foto: Ilustrasi/Pixabay)

Kepada para nelayan ketika punya jangkauan visibility yang bagus maka bisa melaut. Namun bagi kapal-kapal nelayan tradisional nampaknya akan sulit karena tidak memiliki peralatan yang memadai untuk berlayar di tengah kabur.

"Penerbangan juga. Harus waspada dan harus dipantau terus dari BMKG karena dengan kondisi yang sekarang ini biasanya juga ada imbauan dari BMKG," ujarnya.

Dia menyebutkan kabut adalah semacam awan yang berada di permukaan bumi namun tidak menyebabkan hujan. Hal itu bisa karena kelembaban udara yang cukup tinggi yaitu mendekati 100 persen. Namun jika menyebabkan hujan biasanya berada lebih tinggi lagi. 

Kelembaban saat ini sudah berada di atas 95 persen atau dikatakan sangat lembab. Kemudian suhu udara juga sangat dingin sehingga terjadilah kabut. Kabut tersebut bisa terjadi kapanpun baik siang ataupun malam.

Namun, seiring dengan peningkatan suhu dan munculnya sinar matahari maka kabut ini akan memudar. Kabut ini terjadi karena kondensasi atau titik-titik air yang berada di permukaan bumi karena kelembaban yang tinggi dan suhu yang rendah.

Editor : Nani Suherni
Artikel Terkait
2 hari lalu

Gempa Terkini M 4,5 Guncang Sabang, Getaran Dirasakan hingga Banda Aceh 

5 hari lalu

Gempa Hari Ini M2,4 Guncang Cianjur, Terasa di Cibeber dan Warungkondang

5 hari lalu

Gempa Hari Ini Guncang Kuta Selatan Bali, Cek Magnitudo dan Pusat Getarannya

6 hari lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 4,6 Guncang Bima NTB

8 hari lalu

Gempa Hari Ini Magnitudo 5,2 Guncang Tahuna Kepulauan Sangihe

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal