Waduh, Kapal Penjaga Pantai Filipina dan China Nyaris Tabrakan

Anton Suhartono
Kapal patroli pantai China. (foto: Antara)

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin pada Senin kemarin mengatakan, negaranya memiliki hak berdaulat atas kawanan itu.

Putusan arbitrase internasional di Den Haag, Belanda, pada 2016 membatalkan klaim China atas rute air strategis itu.

Protes diplomatik Filipina ini merupakan yang terbaru dari lebih dari 200 kali yang diajukan terhadap China. China mengklaim sebagian besar Laut China Selatan sebagai wilayahnya melalui 9 garis putus yang juga menjangkau wilayah yang disengketakan dengan Vietnam, Malaysia, Brunei Darussalam.

Editor : Ainun Najib
Artikel Terkait
57 tahun lalu

Peringatan Tsunami Dampak Gempa, Warga Tarakan Panik Selamatkan Diri ke Tempat Tinggi

57 tahun lalu

Gelombang Tsunami Terjang Sulut Dampak Gempa Besar, Ketinggian Bervariasi

57 tahun lalu

Gelombang Tsunami Terjang Pesisir Gorontalo Utara, Sejumlah Perahu Terseret Ombak

57 tahun lalu

Waspada Dampak Gempa Besar Filipina, Sirene Peringatan Tsunami Berbunyi di Gorontalo Utara

57 tahun lalu

Pasien RS Siloam Manado Dievakuasi akibat Guncangan Gempa Magnitudo 7,7

Berita Terkini
Network
Kami membuka kesempatan bagi Anda yang ingin menjadi pebisnis media melalui program iNews.id Network. Klik Lebih Lanjut
Network Updates
News updates from 99+ regions
Personalize Your News
Get your customized local news
Login to enjoy more features and let the fun begin.
Kanal