SLEMAN,iNews.id – Suasana Gereja Santa Lidwina, Bedog, Trihanggo, Gamping, Sleman, kembali normal. Sehari pascapenyerangan dan pembacokan, umat sudah mulai berdatangan ke gereja untuk membersihkan gereja. Bahkan, warga dari umat agama lain pun ikut membersihkan gereja.
Dari sejumlah warga yang membersihkan gereja, seorang perempuan tampak mencolok di antara yang lain karena dia mengenakan jilbab. Perempuan berjilbab putih itu bernama Jir Harsani (30), warga Nogotirto, Kecamatan Gamping, Sleman. Dia tidak terlihat canggung saat menyapu area altar bersama warga lainnya.
Jir Harsani yang datang bersama suaminya Ahmad Muttaqin (37) mengatakan, dia ikut membantu membersihkan gereja sebagai wujud keprihatinannya pada penyerangan Gereja Santa Lidwina pada Minggu, 11 Februari 2018. Bagi dia, sebagai umat manusia di Indonesia yang dikenal dengan keberagamannya termasuk agama, sudah selayaknya sesama umat beragama merasa prihatin dengan kejadian itu.
“Kita sebagai umat manusia, kita hidup di Indonesia dengan keberagaman, termasuk agama. Jadi kalau ada salah satu agama yang mengalami hal semacam ini, sudah selayaknya kita sebagai sesama umat beragama, meskipun beragama lain, sama-sama merasa prihatin. Itu bagi saya. Kita sudah seharusnya saling menunjukkan simpati dan empati,” ungkapnya.
Sementara pastor yang bertugas di Gereja Santa Lidwina, Pastor Dwi Harsanto mengatakan, umat dan warga mulai membersihkan dan membenahi gedung dan ruangan Gereja Santa Lidwina supaya segera bisa dipakai kembali untuk beribadah. "Karena setiap hari ada ibadah di sini dan kegiatan lainnya, maka harus segera dibersihkan. Kami sangat salut dengan aparat yang bertindak dengan cepat dan tepat. Untuk pengusutan dan penindakan kami serahkan kepada aparat supaya sungguh-sungguh tegas,” katanya.