“Tapi karena pernah bertemu di turnamen lainnya, saya berusaha mempelajari permainan dia dan juga bersiap bermain hingga tiga gim. Alhamdulillah, walaupun di game kedua sempat hilang fokus, tapi saya bisa membalikkan keadaan di game ketiga dan bisa juara,” tandas dia.
Radithya berharap keberhasilan tersebut menjadi pijakan untuk meraih prestasi yang lebih tinggi pada turnamen-turnamen berikutnya.
Sementara itu, Luthfi/Dian menyebut gelar juara dunia junior merupakan hasil dari perjuangan panjang dan proses latihan yang tidak mudah. Mereka mempersembahkan pencapaian tersebut kepada Indonesia, keluarga, pelatih, tim pendukung, serta para suporter yang terus memberikan dukungan.
“Kami sangat bangga dan bersyukur karena gelar juara dunia ini diraih melalui proses serta perjuangan yang tidak mudah. Keberhasilan ini kami persembahkan untuk Indonesia, kedua orang tua, tim pelatih, tim pendukung, serta seluruh suporter yang terus memberikan doa dari awal hingga akhir. Terima kasih juga kepada klub tercinta kami, PB Djarum, yang telah mendukung perjalanan karier kami hingga mencapai titik ini,” ujar Dian.
Luthfi menambahkan, kesiapan mental menjadi salah satu faktor penting ketika menghadapi Feng Yi Lang/Li Meng Han di partai final. Pendekatan psikologis dari tim pelatih membantu mereka mengendalikan tekanan saat menghadapi pasangan kuat asal China tersebut.