Fadil menilai hasil Asian Games Aichi-Nagoya tidak cukup hanya dilihat dari jumlah medali. Setiap pertandingan dan pencapaian atlet perlu diolah menjadi evaluasi terukur untuk memperbaiki persiapan menghadapi kompetisi berikutnya.
"Kita harus mengubah setiap medali menjadi data, setiap pertandingan menjadi evaluasi, setiap kekalahan menjadi pelajaran. Dan setiap kemenangan menjadi standar baru," terang Fadil.
Menurut Fadil, keberhasilan pembinaan bulu tangkis nasional juga tidak dapat hanya diukur dari jumlah gelar dalam satu turnamen. PBSI perlu membangun sistem pembinaan yang mampu melahirkan prestasi secara konsisten dari satu generasi ke generasi berikutnya.
"Ukuran keberhasilan kita adalah apakah Indonesia mampu membangun sistem yang membuat prestasi terus lahir dari satu generasi ke generasi berikutnya," tutur Fadil.
Pada Asian Games Aichi-Nagoya 2026, tim bulu tangkis Indonesia mengoleksi enam medali. Rinciannya terdiri dari dua medali emas, satu perak, dan tiga perunggu.