Perjalanan Agung menuju podium utama tidak berlangsung mudah. Dia sempat mengalami masalah teknis pada sesi seeding run ketika ban depan pecah saat melewati rock garden.
Kondisi tersebut membuat Agung harus menjaga mental dan melakukan penyesuaian sebelum Final Run. Dia kemudian tampil lebih percaya diri hingga mencatatkan waktu tercepat di kelas Men Elite.
“Saya bersyukur karena bisa menjadi juara di BIG Downhill 2026. Padahal, kemarin di sesi seeding run saya sempat mengalami mechanical trouble yaitu pecah ban depan di rock garden. Tidak bisa maksimal saat seeding run tentu memengaruhi mental dan ada tekanan lebih besar. Tapi, kunci kemenangan saya adalah berusaha untuk tetap percaya diri dan lebih antisipatif menambah tekanan angin agar tidak pecah ban lagi,” ujar Agung Prio usai naik podium juara.
Agung unggul sekitar dua detik dari Pahraz Salman Alparisi dari Underdog PSA yang finis kedua dengan catatan 3 menit 20,414 detik. Posisi ketiga ditempati Yosi Saputro dari YETI Tribe Indonesia Racing Team dengan waktu 3 menit 22,120 detik.
Pandu Satrio Perkasa dari Sego Anget Racing Team berada di posisi keempat dengan 3 menit 25,590 detik, sedangkan Mohammad Abdul Hakim dari 76Rider Downhill Squad melengkapi lima besar dengan catatan 3 menit 27,653 detik.