Alex menambahkan, kesalahan dalam teknik itu bisa membuat pembalap kehilangan banyak waktu. “Karena kalau tidak, Anda harus berakselerasi dari nol dan kehilangan waktu. Chicane yang menanjak sangat bergantung pada alur, dan saya harap ini sirkuit yang bagus untuk kami,” lanjutnya.
Alex juga menilai Motegi memiliki kemiripan dengan Sirkuit Balaton Park di Hungaria. Kedua lintasan itu sama-sama menuntut kombinasi zona pengereman keras dengan tikungan berpotongan yang menguji teknik pembalap.
“Hungaria misalnya, lebih banyak Stop and Go, dan di sini (Jepang) juga demikian. Jadi menikung menjadi aspek yang sangat penting untuk keluar dengan baik,” tutur Alex.
Dengan pengetahuan teknis dan motivasi tinggi, Alex yakin bisa menjadi penghalang sementara ambisi Marc. Duel kakak-adik di Motegi pun diprediksi bakal menjadi sorotan utama, mengingat kemenangan di Jepang berpotensi menentukan sejarah baru dalam perjalanan MotoGP 2025.